Jogja Tempoe Doeloe
Tugu

Sonobudoyo
Museum Sanabudaya tampak dari depan. Gedung bercorak Jawa ini menghadap selatan, banyak menyimpan benda-benda purbakala. Terletak di Alun-alun Utara Yogyakarta

Sociteit
‘Kamar Bola’ (Sociteit) di pusat kota Yogyakarta tahun 1937. Sejak pendudukan Jepang berubah jadi ‘Balai Mataram’. Gedung ini rusak berat karena dibom pesawat Sekutu beberapa bulan sesudah Proklamasi Kemerdekaan, tinggalah gedung teater ‘Seni Sono’ yang tampak atapnya tinggi di bagian belakang. Sekarang tempat ini berubah jadi plaza termasuk area ‘Gedung Agung’ atau ‘Gedung Negara’ Yogyakarta

Natour Garuda
‘Grand Hotel’ tahun 1926 yang menghadap ke barat Jalan Malioboro. Zaman kemerdekaan hotel ini diubah namanya menjadi ‘Hotel Merdeka’ kemudian diganti menjadi ‘Hotel Garuda’, lalu dimodernisasi lagi dan di sebelah selatannya dibangun gedung baru. Bangunan pokok seperti gambar ini dilestarikan hignga sekarang

Masjid Gede
‘Masjid Agung atau ‘Masjid Gedhe’ Yogyakarta, terletak di sebelah barat Alun-alun Utara tahun 1927. Sampai sekarang bangunan antik ini masih berdiri tegak dan dijaga kelestariannya.

Kotagede
Murid dan guru Madrasah Muhammadiyah di Kotagede Yogyakarta, dipotret 13 Februari 1922. Siswa putri mengenakan kain kebaya dan makroma tanpa alas kaki, siswa pria bersarung dan berkain batik, sebagian memakai peci. Gedung Sekolah tipe ini masih ada sampai sekarang di Yogyakarta

Jl. KH Ahmad Dahlan
Lalu-lintas di ujung Selatan Malioboro depan Benteng Vredeburg pada tahun 1938. Suasananya lenggang, tampak pejalan kaki, andong , sepeda, dan pohon di pinggir jalan rindang. Gedung NV Nillmij (Kantor Asuransi) tampak di latar belakang, belum berubah sampai sekarang. Zaman pendudukan Jepang digunakan sebagai Kantor Penerangan/Radio. Memasuki kemerdekaan RI dipakai sebagai gedung RRI Yogyakarta. Sekarang digunakan Kantor Bank BNI 46 Yogyarta.

Hotel Toegoe
Hotel Toegoe (1927), gedung bersejarah di utara rel kereta api yang memotong Jalan P Mangkubumi dan Malioboro sekarang. Ketika Clash II dipergunakan Belanda untuk markas, setelah itu digunakan untuk markas tentara ktia termasuk Kodim Yogyakarta. Sekarang Gedung ini dilestarikan oleh Pengusaha Nasional Probosutejo.

Gondolayu
Pemandangan Kota Baru Yogyakarta tahun 1938, dipotret dari jembatan Gondolayu ke selatan. Tampak gedung bertingkat yang sekarang digunakan sebagai Kantor Wilayah Diknas Provinsi DIY Bidang Permuseuman dan Kepubrabkalaan. Di tebing kali Code ini sekarang banyak berubah karena jadi hunian masyarakat dengan rumah-rumah sederhana.

Rumah Sakit Mata Dr. Yap
Rumah Sakit Mata Dr. Yap tahun 1926. Rumah Sakit ini terkenal sejak zaman penjajahan Belanda sampai sekarang. Bangunan ini tidak banyak berubah sampai sekarang, perkembangannya diperluas ke belakang. Jalan di depan rumah sakit tersebut dulu sepi, sekarang sibuk lalu-lintasnya dan bernama Jl. Cik Di Tiro, menuju Kampus UGM

Beringharjo
Sudut pasar Beringharjo Yogyakarta tahun 1925, cara menjajakan dagangan masih unik. Bakul-bakul (pedagang) belum banyak. Tampak tiga orang Belanda berdiri berjajar berpakaian jas putih dan mengenakan topi prop. Walaupun pasr ini telah dimodernisasi dan bertingkat, tetapi sebagian los seperti gambar masih dilestarikan

Alun-alun Utara
Alun-alun Utara Yogyakarta tahun 1895, dalam upacara Grebeg, tampak para prajurit, abdi dalem, dan penonton. Kedua Beringin yang rindang, Kiai Dewodaru dan Kiai Jonodaru di tengah Alun-alun.

No comments:
Post a Comment